Beberapa modul yang kami sajikan untuk para guru adalah sebagai berikut :

  1. Ayo Belajar Tatabahasa Secara Menarik
  2. Pelajaran Bahasa seakan-akan begitu membosankan ketika kita berhadapan dengan tata-bahasa. Pelajarannyapun itu-itu lagi dan hanya bersifat hafalan. Tidak menarik. Apalagi berguna. Apa iya?
    Lantas, apa ada cara lain untuk mengajarkan tata-bahasa selain dengan cara menghafal?
    Mari ikuti workshop yang akan memberikan langkah praktis bagaimana mengajarkan tata-bahasa dengan menarik dan relevan.

  3. Bagaimana Manajemen kelas yang efektif untuk Mengelola Perilaku Anak yang bervariatif ?
  4. Banyaknya siswa dalam satu kelas , tuntutan kurikulum dari pemerintah sering membuat kita lupa terhadap siswa sebagai pribadi yang unik. Keinginan untuk membuat suatu proses belajar mengajar menarik menjadi terlupakan karena hal tersebut diatas. Kadang sebegitu menariknya proses belajar mengajar sehingga melupakan apa yang menjadi essensi dalam sebuah materi.

    Perlu suatu cara yang jitu untuk menyiasati hal ini. Dalam dunia persekolaan manajemen kelas adalah kata kuncinya. Bagaimana metode kelas yang efektif sekaligus juga praktis dan relevan?
    Mari buktikan bahwa kita mampu memberi perhatian individu sekalipun banyak hal yang menghalanginya

  5. Bagaimana mengajar Matematika tanpa menakutkan
  6. Hampir semua anak merasa matematika itu menyeramkan. Hampir semua orang tua menjadi stress ketika anaknya mau menghadapi ulangan matematika. Hampir semua guru les matematikapun akhirnya melakukan metode ”drilling” untuk bisa ”kejar-tayang”. Padahal, ketika pelajaran menjadi sesuatu yang menakutkan, otak kita tidak dapat lagi menangkap dengan baik.
    Betulkah matematika bisa menyenangkan? Bagaimana kiat-kiatnya?

  7. Bagaimana sih mengisi Rapor Naratif dengan tepat dan objektif ?
  8. Guru sering mendapat kesulitan bagaimana mengisi rapor naratif dengan tepat dan objektif. Apalagi bila keterangan yang tercantum ditanyakan pengukurannya oleh orang tua dengan membawa hasil ulangan harian anak. Bagaimana sekolah dan guru dapat memberikan penilaian yang tepat? Mari temukan caranya dalam workshop ini.

  9. Bahasa Indonesia – Belajar Puisi menyenangkan dan bermakna? Bagaimana caranya ya ?
  10. Puisi jarang sekali dianggap sebagai sesuatu yang berguna dan perlu dipelajari secara serius. Puisi juga dianggap sebagai sesuatu yang tidak dekat dengan kehidupan sehari-hari, susah dan menakutkan.
    Sebenarnya melalui puisi daya nalar, kepekaan dan kerjasama anak dilatih melalui peristiwa hidup sehari-hari.
    Melalui metode pembelajaran yang akan dibagikan pada workshop ini , belajar puisi menjadi menyenangkan dan bermakna, sekaligus dapat dikaitkan dengan mata pelajaran lainnya.

  11. Bahasa Indonesia – Deskripsi, Melatih Kreativitas dan kepekaan Anak
  12. Sekalipun sangat tebal, buku fiksi Harry Potter dan Lord of the Rings begitu membius imaginasi bukan hanya anak kecil tetapi juga orang dewasa. Kekuatannya terletak pada deskripsi yang begitu kuat, mempesona dan menimbulkan imajinasi yang luar biasa. Tentu saja kitapun dapat mengajar teknik deskripsi yang membentuk kemampuan anak untuk menulis dengan luar biasa melalui workshop ini.

  13. Bahasa Indonesia – Teknik Bertanya
  14. Anak-anak Indonesia saat ini, tidak terbiasa untuk memahami isi bacaan (makna bacaan). Pertanyaan yang diajukan pada umumnya, dapat dijawab dengan mudah. Anak tinggal mencari teks bacaan yang sesuai tanpa perlu mengolah lagi. Kecenderungan ini menghasilkan anak-anak yang menghapal, tetapi tidak menyimak dan mengerti apa yang dibaca.

    Teknik bertanya akan membantu guru di dalam mendidik anak melakukan inferring sehingga anak didi mampu berpikir kritis. Inferring adalah salah satu cara dimana guru membuat pertanyaan yang jawabannya tidak sekedar didapat dari teks bacaan.

  15. ESL – Guided Reading
  16. Mampu mengeja dan membaca secara harafiah (reading) sangat berbeda dengan mampu memahami bacaan (“comprehend”)

    Bahasa Inggris sudah menjadi bagian mata pelajaran yang umum di sekolah-sekolah. Tetapi sayangnya, bacaan yang diberikan lebih menekankan pada pengertian grammar/tata-bahasa. Workshop Guided Reading akan membantu guru dan orang tua sehingga ketika mengajarkan bahasa Inggris, anak akan lebih tertarik.

  17. Kursus hanya tempat anak membuat PR ?
  18. Sebagai guru-guru KURSUS, tugas kita seakan-akan hanya menemani anak membuat PR dan menerangkan metode pemecahan soal dengan cara singkat. Pola kursus kita tidak bervariatif. Yang penting, tugas selesai. Betulkah demikian? Bagaimana membuat tempat kursus kita menarik dan tidak membosankan? Bagaimana metode kursus kita dapat dikembangkan? Workshop yang jarang sekali tersedia ini diselenggarakan khusus bagi mereka yang berkecimpung di dunia Kursus.

  19. Matematika – Pecahan
  20. Angka merupakan konsep abstrak bagi anak-anak.
    Sehingga, ketika baru saja mereka belajar bahwa misalnya, angka dua lebih kecil dari angka 4, mereka bingung mengapa ½ lebih besar dari ¼. Pembelajaran pecahan bisa dilakukan dengan berbagai cara yang menarik sehingga anak didik dapat memahami konsep pecahan itu sendiri secara kuat, dan menjadikan matematika menyenangkan.

  21. Matematika – Pembelajaran statistik di Sekolah Dasar
  22. Kata “statistik” seakan-akan sesuatu yang sulit, dan hanya dipelajari di pelajaran matematika di kelas atas. Padahal, statistik itu bahkan bisa diajarkan di pendidikan anak usia dini.

    Kemampuan statistik (sekalipun guru tidak perlu menyebutkan kata statistik ketika mengajar kelas rendah) mendidik anak untuk peka, mampu memilah-milah dan tanggap secara aktif terhadap pelajaran.

  23. Matematika – Sampai Sejauh Mana Pentingnya Mengajarkan POLA (pattern) ?
  24. Pattern sering dianggap tidak penting dan hanya diajarkan secara asal-asalan dalam pendidikan anak usia dini. Padahal, hampir semua segi kehidupan manusia dipenuhi dengan pattern. Pola belajar, cara hidup, gaya kerja, disiplin, semuanya akhirnya bermuara pada pembelajaran pattern, yang kelihatannya sederhana.

  25. Membaca Gambar, apa artinya ?
  26. Membaca selalu dihubungkan dengan tulisan. Lantas, apa maksudnya membaca gambar? Apakah mungkin anak kita membaca gambar? Anak-anak di usia dini begitu kreatif dan penuh dengan fantasi pada saat mereka membaca gambar.
    Bagaimana membaca gambar akan berpengaruh sangat besar pada proses membaca teks dan kepekaan hati nantinya?
    Bagaimana caranya? Ada banyak hal-hal kecil yang kita sengaja hindari anak-anak kita lakukan, yang justru penting bagi kemampuan membaca anak !

  27. Penerapan Multiple Intelligence di dalam Kelas
  28. Semua guru merasa anak yang pandai atau yang menyenangkan di kelas adalah anak-anak yang duduk dengan manis, dan menjawab pertanyaan dengan patuh bila guru bertanya.
    Siswa dianggap tidak dapat menyimak pelajaran bila dilihat/dinilai terlalu banyak membuat gerakan ataupun terlihat seperti mengantuk.
    Selain itu guru sering melakukan ”penyeragaman” soal dan siswa wajib memberikan jawaban yang persis sama.
    Padahal, Tuhan memberikan potensi yang berbeda-beda kepada setiap anak. Penerapan cara mengajar yang mengakomodasi perbedaan potensi/intelligence inilah, atau yang sering disebut Multiple Intelligence, yang akan dipelajari dalam workshop ini.
    Maka selayaknya guru memahami kemajukan intelektual siswa.
    Workshop ini akan membantu guru agar mampu mengakomodasi kemajemukan intelektual siswa di dalam kelas

  29. Pengaruh ”Story Telling” pada Perkembangan Anak
  30. Membacakan cerita bagi anak terlihat mudah. Pernahkah kita menyadari pengaruh yang sangat besar akibat respons yang kurang tepat terhadap tanggapan anak waktu mendengarkan cerita?
    Tahukan anda bahwa mimik, gerak badan dan intonasi suara sangat berpengaruh pada proses perkembangan anak selanjutnya.
    Bagaimana menceritakan sebuah cerita akan membangun hubungan yang intim antara anda dan anak/siswa anda. Pelatihan ini ditujukan untuk para orang-tua home-schooler dan guru sehingga mereka dapat ”meramu” story telling menjadi lebih bermakna.

  31. Proses Kreatif Holistik
  32. Kurikulum tingkat satuan pendidikan/KTSP sangat memberikan keleluasaan untuk proses belajar mengajar menjadi kreatif. Untuk itu guru perlu memikirkan bagaimana pembelajaran yang kreatif bisa terintegrasi baik dengan konsep/materi ajar itu sendiri, maupun dengan mata pelajaran lainnya.
    Lebih ditekankan untuk guru tingkat Tk SD kecil, walaupun metode ini akan sangat berguna untuk kelas lanjut juga

  33. Sains – Penerapan Ketrampilan Proses dalam Sains (klasifikasi dan komunikasi)
  34. Selain observasi dan prediksi, kemampuan untuk mengklasifikasi dan berkomunikasi merupakan aspek yang penting dikembangkan dalam ketrampilan sains. Dunia sains itu sendiri sangat penuh dengan klasifikasi. Pengetahuan itu dilanjutkan dengan kemampuan berkomunikasi sehingga anak dapat mengungkapan apa yang dia ketahui dan apa yang ingin dia ketahui selanjutnya dengan komunikasi.

  35. Sains – Penerapan Ketrampilan Proses dalam Sains (Observasi dan Prediksi)
  36. Ketrampilan proses atau Basic Processes Skill sangat diperlukan untuk membentuk pola pikir ilmiah dalam diri seseorang.
    Proses pengajaran selama ini terfokus kepada penghapalan fakta sehingga sains menjadi sesuatu yang kaku dan asing.
    Dengan melakukan observasi, anak didik diajar untuk memperhatikan sekeliling dengan lebih seksama. Dan melalui prediksi, keingin-tahuan anak untuk belajar lebih ditimbulkan.

  37. Sains – Pembelajaran Sains yang Interaktif dan Bermakna
  38. Inter-aktif karena akan sangat melibatkan peserta workshop itu sendiri dengan berbagai macam bentuk kegiatan yang bisa langsung diterapkan di kelas. Bermakna karena proses pembelajaran menjadi berarti dalam kehidupan sehari-hari.

  39. Sains Sosial – Penerapan Ketrampilan Proses dalam Sains Sosial (Observasi dan klasifikasi)
  40. Sains Sosial/Social Science seringkali ”dinomor-dua”kan” dan cara belajarnya pun bersifat menghafal. Karena itu, Social science menjadi tidak berarti dan bermakna bagi anak-anak. Padahal, ada banyak hal yang sangat menarik dalam social science, yang berhubungan dengan kehidupan sehiari-hari. Masyarakat saat ini hanya berpikir bahwa pola pikir ilmiah hanya bermanfaat untuk mata pelajaran IPA saja padahal pola pikir ilmiah ini akan membantu siswa nantinya dalam segala bidang.Untuk itu, guru perlu berlatih bagaimana dalam proses KBM social science, anak-anak belajar untuk melakukan observasi dan klasifikasi.

  41. Sains Sosial – Penerapan Ketrampilan Proses dalam Sains Sosial (Pengumpulan dan analisa Data)
  42. Kemampuan pengumpulan data dan menganalisa tidak hanya dibutuhkan oleh para ilmuwan dalam bidang sains murni. Bila kita renungkan, semua keagungan masyarakat dari suatu zaman bersumber dan berkembang karena kemampuan menganalisa sisi sains sosial yang tajam.
    Perkembangan dunia dan kemajuan manusia dapat dipelajari dengan pengumpulan dan analisa data dalam pembelajaran Sains Sosial. Karena itu, ke dua proses ini sangat penting bagi anak sehingga dia dapat berkembang bukan hanya secara kognitif, tetapi juga menyeluruh.
    Dalam workshop ini kami ingin melatih ketajaman pola pikir anak agar dapat berpikir secara logis, dalam memahami sains sosial.

  43. Sains vs Bahasa dan Seni ?
  44. Masyarakat umum berpandangan bila anak cerdas dalam bidang sains, pasti dia tidak menyukai atau lemah dalam bidang bahasa atau seni. Sebaliknya, bila anak tertarik pada bahasa, dia dianggap lemah dalam sains. Apakah kedua hal itu memang bertentangan? Bagaimana kita mengintegrasikan keduanya secara menarik dan bermakna? Workshop ini akan memberikan teknik-teknis praktis bagaimana Sains dapat kita integrasikan dengan bahasa dan seni.

  45. Sains yang membangun rasa ingin tahu anak
  46. Banyak pertanyaan-pertanyaan ”mengapa” yang muncul baik di benak anak, maupun di benak kita sendiri. Pertanyaan-pertanyaan itu sering diredam dan diganti dengan sains yang bersifat hapalan. Akhirnya, sains menjadi sesuatu yang ”jauh”. Padahal, ketika pembelajaran sains dipakai untuk memupuk rasa ingin tahu anak, metode ini juga akan sangat penting bagi perkembangan anak itu sendiri secara keseluruhan.
    Rasa ingin tahu yang dikembangkan dan disalurkan dengan tepat akan membuat anak menjadi pribadi yang matang dan membantu mereka pada dunia kerja nantinya.

  47. Sejarah ? Apanya yang Menarik ?
  48. Untuk apa sih perlu tahu sejarah? Apa pentingnya sejarah dalam kehidupan kita? Memangnya, sejarah akan terpakai dalam pekerjaan yang “penting” dan “bergengsi”? Pertanyaan-pertanyaan ini sering kita dengar dan membuat pelajaran sejarah di sekolah menjadi tidak menarik dan berarti. Workshop ini akan membuktikan bahwa pandangan itu tidak tepat.